Posts Tagged ‘Pengurus’
Dalam kesempatan memeriahkan acara Haflah Akhirussanah Yayasan Pendidikan Raudlatul Ulum, pengurus yayasan yang telah mencanangkan untuk membuka rintisan kelas unggulan di lingkungan Madrasah Raudlatul Ulum, mengundang dua tokoh pendiri dan pembina institusi pendidikan bermodel madrasah dan pondok pesantren yang saat ini sedang ramai dibicarakan oleh masyarakat, yaitu Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya. Kedua tokoh tersebut adalah, Dr. KH. Asep Syaifuddin Halim, M.A., selaku pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah, dan Prof. Dr. H. Husein Aziz, M.A., yang tidak lain ternyata alumnus dari Raudlatul Ulum. Read the rest of this entry »
Bertepatan dengan hari Kamis, tanggal 25 maret 2010, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Malang, Drs. H. Mustain, M.Ag, berkenan hadir dalam silaturrahmi dengan para pengurus Yayasan Pendidikan Raudlatul Ulum, beberapa Pengasuh Pesantren Raudlatul Ulum dan segenap Kepala Madrasah dan Wakil Kepala Madrasah Raudlatul Ulum.
Acara silaturrahmi ini berlangsung dengan santai namun khidmat, dan dilaksanakan dikediaman Kepala desa Ganjaran, Moh. Yusuh AR., S.T., dimulai sejak jam 13.00 WIB sampai sekitar jam 14.00 WIB dan diakhiri dengan kunjungan Kepala Kantor Kementerian Agama kabupaten Malang ke areal Madrasah Raudlatul Ulum. Read the rest of this entry »
Penerimaan Dana
| 1 | Saldo tahun 2008 | Rp.. |
86.801.732 |
| 2 | Hasil tanah wakaf | Rp. |
258.277.613 |
| 3 | Penjualan kelapa | Rp. |
813.000 |
| 4 | Penjualan natura | Rp.. |
20.824.700 |
| 5 | Penjualan zak pupuk | Rp. |
150.000 |
|
Total penerimaan dana |
Rp. |
366.867.045 |
Penggunaan Dana
| 1 | Subsidi pembayaran bisyarah guru | Rp.. |
10.000.000 |
| 2 | Transportasi proposal ke Jakarta | Rp. |
2.000.000 |
| 3 | Tasyakuran Madrasah dan akomodasi tamu | Rp. |
5.000.000 |
| 4 | Pembuatan meja TU dan whiteboard | Rp.. |
7.000.000 |
| 5 | Rehabilitasi sarana | Rp. |
9.675.000 |
| 6 | Pembuatan minuman guru | Rp. |
300.000 |
| 7 | Raker dan workshop madrasah | Rp.. |
1.388.000 |
| 8 | Seragam | Rp. |
2.275.000 |
| 9 | Operasional RA Raudlatul Ulum | Rp. |
3.979.500 |
| 10 | Rapat-rapat | Rp.. |
395.000 |
| 11 | Operasional dan Administrasi yayasan | Rp. |
635.000 |
| 12 | Biaya garap tanah wakaf | Rp. |
63.007.800 |
| 13 | Pembayaran pajak | Rp.. |
2.327.604 |
| 14 | THR penggarap tanah wakaf | Rp. |
2.000.000 |
| 15 | THR guru | Rp. |
7.350.000 |
| 16 | Usyur | Rp.. |
8.575.310 |
| 17 | Biaya sertifikat tanah wakaf | Rp. |
450.000 |
| Total penggunaan dana | Rp. |
126.358.214 |
|
| Selisih lebih | Rp. |
240.508.831 |
Diupdate pada Sabtu, 26 Desember 2009, jam 22.00 WIB
| 1 | Saldo tahun 2007-2008 | Rp.. | 86.801.732 |
| 2 | Hasil tanah wakaf | Rp. | 258.277.613 |
| 3 | Penjualan kelapa | Rp. | 813.000 |
| 4 | Penjualan natura | 20.824.700 | |
| 5 | Penjualan zak pupuk | 150.000 | |
| Total penerimaan | Rp. | 366.867.045 |
Salah satu kegiatan yang biasa dilaksanakan dalam haflah akhir sanah di lingkungan YP Raudlatul Ulum, adalah karnaval yang dikuti oleh hampir seluruh siswa-siswi Madrasah Raudlatul Ulum, ditambah dengan paritisipasi masyarakat sekitar Madrasah dan beberapa peserta lain yang diundang panitia untuk ikut meramaikan karnaval tersebut. Berikut adalah foto-foto dokumentasi karnaval YP Raudlatul Ulum tahun 2009.
Karena keterbatasan tenaga kami, maka foto-foto karnaval ini akan kami upload secara bertahap.
Klik gambar-gambar berikut ini untuk memperbesar
Pada hari Ahad, 28 Juni 2009, bertepatan dengan pelaksanaan haflah akhir sanah di lingkungan YP Raudlatul Ulum dan pertemuan dengan wali murid yang memang sengaja diundang untuk menerima pembagian raport siswa-siswi Madrasah Raudlatul Ulum, para pengurus yayasan menerima kedatangan tamu penting dari Departemen Agama RI, yaitu Dr. KH. Affandi Muchtar, M.A., yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Ditjen Pendidikan Islam Departemen Agama RI dan Dr. H. Abdul Adhim M.A., yang sedang menjabat sebagai Wakil Ketua I Rabithah Ma’ahid Islamiyah.
Kedatangan kedua tamu ini direncanakan sudah hadir dilingkungan YP Raudlatul Ulum pada pukul 09.30, namun karena terjebak macet di daerah Bululawang, akhirnya baru sampai di kediaman KH. Qosim Bukhori, selaku Ketua Pengurus YP Raudlatul Ulum sekitar pukul 10.00. Sekitar 15 menit beramah tamah di kediaman KH. Qosim Bukhori, termasuk juga bertemu dengan KH. Qosim Bukhori yang saat ini sedang sakit akibat serangan stroke.
Facebook ternyata juga mulai merambah Raudlatul Ulum, terbukti semenjak didirikan sekitar 1 bulan yang lalu, group Raudlatul Ulum yang dibuat di facebook.com cukup berkembang dengan pesat dan ramai. Setidaknya saat ini telah mempunyai 33 orang anggota, yang terdiri dari alumni, karyawan, anggota pengurus, dan bahkan simpatisan yang juga ikut bergabung.
Dalam group ini, terlihat juga topik-topik diskusi yang cukup menarik, mulai dari tema-tema kelas berat, sampai tema-tema ringan, tampak meriah dengan berbagai argumen dan komentar yang diajukan oleh para anggotanya.
Hal lain yang menarik dari group ini, setiap anggota dapat memposting foto-foto kegiatan yang “berbau” Raudlatul Ulum, baik kegiatan di Malang mauapun diluar Malang, terakhir salah satu anggota group memposting foto-foto kegiatan haul akbar KH Yahya Syabrawi, yang dilaksanakan di Pontianak Kalimantan Barat.
Bagi para alumni, pegiat, maupun simpatisan dipersilahkan untuk bergabung digroup Raudlatul Ulum, namun sebelumnya anda dipersilahkan untuk membuak akun facebook terlebih dahulu. Sehingga nantinya bisa berinteraksi dengan para anggota yang lain, yang berdomisili diberbagi penjuru dunia.
Raudlatul Ulum adalah sebuah lembaga pendidikan dimana saya mengabdikan diri dilembaga tersebut. Raudlatul Ulum yang nanti akan saya sebut RU saja, adalah lembaga yang sudah cukup tua usianya, karena mulai dirintis sejak sekitar tahun 1924, oleh Alm. KH. Bukhori Isma’il, salah satu tokoh agama di daerah Malang Selatan yang sangat disegani pada masanya. Naun dalam pertumbuhannya, RU juga banya didukung oleh para tokoh agama dan masyarakat sekitar, salah satunya yang kemudian menjadi penggerak utama dan ujung tombak kemajuan RU adalah Alm. KH. Yahya Syabrawi, dan dibantu oleh para ulama lain seperti Alm. KH. Semaun, Alm. KH As’ad dan tokoh2 lain yang tidak mungkin saya sebutkan satu-persatu disini.
Dalam perkembangannya RU juga mengalami pasang surut, sama halnya dengan lembaga pendidikan swasta yang lain, yang kehidupannya memang tidak dijatah oleh pemerintah. Sampai saat ini RU masih tetap mempertahankan suasana pendidikan Islami yang sangat kental, diantaranya dengan memisahkan antara siswa laki-laki dan perempuan dengan menggunakan lokasi pembelajaran yang berbeda.
Disamping itu RU juga tetap berupa untuk mempertahankan beberapa mata pelajaran muatan lokal yang sangat khas pesantren. Karena memang RU tumbuh dan berkembang bersama pesantren disekitarnya, yang setidaknya ada 11 pesantren yang para santrinya mengenyam pendidikan formalnya di RU.
Saat ini RU telah dipegang oleh generasi keempat dari para pendiri RU, generasi keempat ini adalah generasi muda dan energik dengan semangat yang tinggi dan berpengalaman luas. Segera setelah terjadi reformasi sususan pengurus Yayasan Pendidikan Raudlatul Ulum beberapa waktu yang lalu, para anggota pengurus, termsuk saya sendiri, melakukan pertemuan-pertemuan, rapat-rapat marathon dan evaluasi disegala lini kehidupan RU.
Salah satu anggota pengurus YPRU yang banyak memberikan masukan terhadap rencana pengembangan RU kedepan adalah Dr. H.M. fauzan Zenrif, M.Ag., yang juga menjadi salah satu staff pengajar UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, disamping beberapa aggot apengurus yang lain yang juga tidak kalah semangatnya untuk membawa perubahan RU kedepan.
Dalam saah satu rapat yang membahas tentang konsep keuangan dilingkungan RU, tiba-tiba muncul sebuah pertanyaaan dari salah seorang anggota pengurus ; “Dari mana asal uasal konsep keuangan ini ?”. Dan saya mendapati sebuah jawaban yang cukup membuat darah ini berdesir, sebuah jawabn yang singkat dari pembuat konsep keungan; “Konsep ini adalah standart ISO yang sudah diadaptasikan dengan kondisi RU…”.
Gila… ternyata RU mau disetting sebagai lembaga pendidikan berstandart internasional, walaupun mungkin pada awalnya hanya bidang keuangan saja yang akan digarap sesuai dengan standart ISO, tetapi bisa jadi dalam perkembangan berikutnya, bidang-bidang yang lainpun akan distandarisasi dengan ISO juga.
Saya jadi susah membayangkan, bagaimana kondisi Ru beberapa tahun kedepan. Sebuah lembaga pendidikan yang lokasinya jauh dari perkotaan, dikelilingi banyak pesantren, memperthankan nilai-nilai keIslaman dengan teguh, dan berstandart ISO. Semoga ini bukan hanya mimpi disiang bolong, yang akan menghilang sesaat setelah kita terbangun. Semoga apa yang dierncanakan ini segera menjadi kenyataan dan terwujud dengan tanpa adanya aral dan rintangan yang berarti. Amin.
Sumber : hoeda.info






