Monday, 03 May 2010 16:29
Hidayatullah.com–Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah berpendapat, perilaku
waria dan homoseksual berpotensi melawan hak asasi manusia. Hal itu
karena perilaku itu memungkinkan seseorang menyukai dan berhubungan
dengan sejenis, sehingga mengancam hak kelangsungan hidup.
Pernyataan terlontar menyikapi seminar HAM bagi Waria beberapa hari lalu
di Depok dan penyelenggaraan pertemuan kaum gay dan lesbian di Surabaya
beberapa waktu lalu.
‘’Dengan menjadi waria dan homo kan jadi tidak bisa berketurunan untuk
memiliki anak. Ini kan jelas bertentangan dan hak asasi untuk memiliki
keturunan dan mengancam eksistensi manusia,’’ kata Ketua PP Muhammadiyah
Yunahar Ilyas hari Senin (3/5).
Menurut Yunahar, berketurunan merupakan salah satu hak asasi manusia
yang penting. Dengan berketurunan, manusia bisa terus mempertahankan
kelangsungan hidupnya. Karena itu, hak asasi untuk berketurunan menjadi
salah satu poin penting dalam prinsip HAM.
Ia tidak sependapat bila pihak yang tidak setuju perilaku waria dan
homoseksual dinyatakan anti-HAM. ‘’Coba Anda pikir bila semuanya adalah
homoseksual, ini bisa menjadi masalah,’’ katanya.
Selain itu perilaku waria dan homoseksual juga bertentangan dengan
norma yang dianut sebagian besar masyarakat Indonesia. Karena itu, ia
mengaku tidak habis mengerti alasan sebagian pihak terus mempromosikan
gerakan waria dan homoseksual di Indonesia, meski bertentangan dengan
keyakinan sebagian besar masyarakat.
Bahkan meski kegiatan waria dan homoseksual telah ditentang di Surabaya
beberapa waktu lalu, kegiatan serupa malah diadakan di Depok minggu
lalu.’ ’Mula-mula di Surabaya ditolak masyarakat. Entah kenapa pindah ke
Depok. Ini kan tidak sesuai dengan norma masyarakat,’’ katanya.
http://hidayatullah.com/berita…..dengan-ham