• PENGHARGAAN SAHABAT BINTANG
  • Anjuran Untuk Tahlilan 7 Hari Berturut-turut
  • Kritik Atas Fatwa al-Utsaimin Yang Melarang Maulid
  • A CUP OF JAVA: COFFEE AND CONSEQUENCES
  • SMALLPOX AND SLAVERY: CAUSES OF A FREELANCE INTELLECTUAL
  • PRINTING AND THINKING
  • DAYAK JOURNEYS
  • JAVA CAREERS: THE STORY OF SLAMET
  • CHINESE TEMPLES, TOMBS, AND CEMETERIES
  • ABORTED JOURNEY: FROM MAREGE’ TO AUSTRALIA
  • SURAPATI’S LEGACY: THE CONVERSION OF EAST JAVA
  • JAGO: PREDATOR OR LOCAL HERO
  • HENDRIK LUKASZOON CARDEEL, A.K.A. PANGERAN WIRAGUNA
  • SHAIKH YUSUF | DENOUNCER OF THE OCCIDENTAL OTHER
  • MAKASAR AND ANTI-MACASSAR
  • Ketentuan Pelaksanaan Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional (UAMBN) 2012
  • BANDA: MONOPOLY WITHOUT KINGS
  • POLYGA MY AND POLITICS: FEMALE PAWNS AND TOO M ANY SONS
  • RIJKLOF VAN GOENS: DUTCH MAN, ASIAN CAREER
  • SIVA, ARIF MUHA MM AD, AND INDONESIA’S MINISTRY OF TOURISM

Ditulis oleh : Rosita*

Ciri khas bangsa Indonesia salah staunya adalah gotong royong, kita mengetahui bahwa modernisasi dan globalisasi melahirkan corak kehidupan yang sangat kompleks, hal ini seharusnya jangan sampai membuat bangsa Indonesia kehilangan kepribadiannya sebagai bangsa yang kaya akan unsur budaya. Akan tetapi dengan semakin derasnya arus globalisasi mau tidak mau kepribadian tersebut akan terpengaruh oleh kebudayaan asaing yang lebih mementingkan individualisme.

Dlaam kehidupan ekonomi misalnya, yang semula bangsa Indonesia berdasarkan pertanian, setelah masuknya masa industrialisasi, semangat gotong royong masayarakat berkurang, hal ini disebabkan karena masyarakat sekarang cenderung besifat individualistis, sehingga ada anggapan umum ” hidup bebas asal tidak mengganggu kehidupan orang lain”.

Contoh lain misalnya, beberapa tahun yang lalu, sekitar awal tahun 2000-an, kita masih bisa melihat masayarakat pedesaan memperthankan gotong royong, seenggak-enggaknya tiga bulan sekali, namun seriring berjalannya waktu, danmasuknya budaya barat yang lebih mendorong masyarakat berkeinginan untuk ketidakmauan meninggalkan masalah perekonomian setelah masuknya masa industrialisasi, serta kesibukan masyarakat dengan menomorsatukan kepentingan pribadinya, lambat laun budaya gotong royong akan menipis.

Perhatikan maa sekarang, ditahun 2009 ini, kita sudah jarang menemukan masyarakat yang mau bergotong royong, mungkin masih ada dibeberapa daerah yang masih dapat mempertahankan budaya gotong royong, tapi sebagian besar masyarakat Indonesia dithaun 2009 inisudah menjadi masyarakat yang individualis, dan kemungkinan besar beberapa tahun yang akan datang, tradisi goong royong akan punah dengan masuknya masa yang lebih dari masa modernisasi dan globalisasi. Dan ada kemungkinan tradisi/budaya Indonesa tertutup oleh budaya barat dan buda asing lainnya.

Tradisi gotong royong yang menipis ini, termasuk dalam teori evolusi (evolutionary theory), seperti pendapat Emile Durkheim (1858-1917) bahwa perubahan karena evolusi mempengaruhi cara pengorganisasian masyarakat, terutama yang berhubungan dengan kerja. Dan pendapat Ferdinand Tonnies (1963) bahw amasyarakat berubah dari masyarakat sederhana yang mempunyai hubungan yang erat dan kooperatif, menjadi tipe masyarakat besar yang memiliki hubungan yang terspesialisasi dan impersonal.

*ditulis untuk memenuhi tugas mata pelajaran Sosiologi kelas 12 IPS MA putri.

Did you like this? Share it:

Comments are closed.

Countdown
    No dates present
Sekilas Info
Recent Forum Posts
    Partner

    Kontak
    Kantor YP Raudlatul Ulum

    Jl. Raya No 02 Ganjaran Gondanglegi Malang Jatim 65174

    Telp : 0341 - 879846 - 878244 - 878089

    email : info@raudlatul-ulum.com

    YM! :