Archive for June, 2009
Setelah bergelut dengan berbagai macam kegiatan pada beberapa hari sebelumnya, akhirnya sampai juga acara inti dari haflah akhir sanah di Madrasah Raudlatul Ulum, yang ditandai dengan pelaksanaan wisuda siswa-siswi Madrasah Raudlatul Ulum. Dalam acara ini diwisuda 134 siswa-siswi Madrasah Aliyah Raudlatul-Ulum, baik yang berasal dari program studi Bahasa, maupun dari program studi Ilmu Pengetahuan Sosial.
Berikut beberapa foto dokumentasi acara wisuda tersebut, foto-foto akan kami upload secara bertahap
Klik gambar berikut ini untuk memperbesar tampilannya
Salah satu kegiatan yang biasa dilaksanakan dalam haflah akhir sanah di lingkungan YP Raudlatul Ulum, adalah karnaval yang dikuti oleh hampir seluruh siswa-siswi Madrasah Raudlatul Ulum, ditambah dengan paritisipasi masyarakat sekitar Madrasah dan beberapa peserta lain yang diundang panitia untuk ikut meramaikan karnaval tersebut. Berikut adalah foto-foto dokumentasi karnaval YP Raudlatul Ulum tahun 2009.
Karena keterbatasan tenaga kami, maka foto-foto karnaval ini akan kami upload secara bertahap.
Klik gambar-gambar berikut ini untuk memperbesar
Pada hari Ahad, 28 Juni 2009, bertepatan dengan pelaksanaan haflah akhir sanah di lingkungan YP Raudlatul Ulum dan pertemuan dengan wali murid yang memang sengaja diundang untuk menerima pembagian raport siswa-siswi Madrasah Raudlatul Ulum, para pengurus yayasan menerima kedatangan tamu penting dari Departemen Agama RI, yaitu Dr. KH. Affandi Muchtar, M.A., yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Ditjen Pendidikan Islam Departemen Agama RI dan Dr. H. Abdul Adhim M.A., yang sedang menjabat sebagai Wakil Ketua I Rabithah Ma’ahid Islamiyah.
Kedatangan kedua tamu ini direncanakan sudah hadir dilingkungan YP Raudlatul Ulum pada pukul 09.30, namun karena terjebak macet di daerah Bululawang, akhirnya baru sampai di kediaman KH. Qosim Bukhori, selaku Ketua Pengurus YP Raudlatul Ulum sekitar pukul 10.00. Sekitar 15 menit beramah tamah di kediaman KH. Qosim Bukhori, termasuk juga bertemu dengan KH. Qosim Bukhori yang saat ini sedang sakit akibat serangan stroke.
Komunitas Raudlatul Ulum adalah sebuah wadah berkumpulnya semua komponen yang secara langsung atau tidak langsung langsung mempunyai hubungan dangan Raudlatul Ulum, komunitas ini difasilitasi oleh PT Telkomsel, yang salah satu produknya yaitu kartu AS, dapat mengakomodasi terwujudnya komunitas ini.
Diantara keuntungan yang akan didapatkan dengan bergabung dalam Komunitas RU adalah adanya potongan harga yang diberikan oleh Telkomsel, yaitu :
- Telp. voice dan video call Rp. 4/dtk
- SMS Rp. 35/sms
- MMS Rp. 350/mms
- GPRS Rp. 1/kb
Cara bergabung dalam komunitas ini sangat mudah, beriktu langkah-langkahnya :
- Pastikan anda menggunakan Kartu AS dari Telkomsel
- Ketik : PESANTREN<spasi>153456565
- Kirim ke 4545
Kedepan komunitas ini akan dikembangkan tidak hanya dengan potongan harga, tetapi juga akan menyediakan NSP khusus dari RU, taushiyah-taushiyah, wallpaper, dan ringtone yang semua bernafaskan RU. Bahkan dalam pengembangan selanjutnya, Komunitas RU ini akan menyediakan informasi tentang siswa-siswi RU yang dapat diakses melalui SMS saja, misalnya tentang nilai, pembiayaan, dan pengumuman-pengumuman penting lainnya.
Ayo bergabung dalam Komunitas Raudlatul Ulum
Hari-hari pelaksanaan Haflah Akhir Sanah di lingkungan Yayasan Pendidikan Raudlatul Ulum Ganjaran Gondanglegi Malang semakin dekat, kesibukan panitia pelaksana juga tampak semakin meningkat, terlihat pemasangan beberapa spanduk dan umbul-umbul dijalan masuk menuju madarsah sudah dimulai, selebihnya juga tampak latihan-latihan parade dan penampilan siswa-siswi RA Raudlatul Ulum juga semakin intens dilakukan.
Pelaksanaan Haflah tahun ini diadakan selama 2 (dua) hari, yaitu pada hari Ahad-Senin, tanggal 28-29 juni 2009. Pada hari Ahad, acara dimulai sekitar pukul 08.00 pagi yang akan diisi dengan silturrahmi wali murid dengan seluruh civitas Raudlatul Ulum, yang Insya Allah akan dihadiri oleh Dirjen Pendidikan Islam Departemen Agama RI, acara diperkirakan akan berlangsung sampai dengan jam 12.00. Dan pada jam 19.00, acara haflah akan dimulai kembali dengan penampilan atraktif siswa-siswi RA Raudlatul Ulum, yang akan berakhir pada pukul 21.00.
Dan pada hari Senin, tanggal 29 Juni 2009, acara haflah dimulai pada pukul 12.30, dimulai dengan kirab karnaval siswa-siswi YP Raudlatul Ulum, dan beberapa peserta kirab yang lain yang telah diundang oleh panitia untuk mengikuti karnaval ini, dan acara karnaval ini akn berakhir pada pukul 15.30. Dan pada malam harinya, acara inti haflah akan dimulai pada pukul 19.00 yang akan diisi dengan ceramah agama oleh KH. Husein Rifa’i dari Surabaya, dan dilanjutkan dengan acara wisuda pelepasan siswa-siswi Madrasah Aliyah Raudlatul Ulum, acara alam itu akan berakhir pada pukul 11.30.
Hari ini, Selasa, 16 Juni 2009 – Seperti layaknya sebuah rapat, maka Tak mau terjebak dalam suasana basa-basi, rapat langsung untuk membahas kriteria kenaikan kelas, baik yang berkaitan dengan masalah akademik maupun non-akademik. Setelah disepakati, rapat langsung terfokus untuk membahas laporan setiap wali kelas, khususnya bagi anak-anak yang dinilai bermasalah. Dari kelas 7, tampaknya hanya 3 siswa kelas VII yang “dihuni” siswa bermasalah selama 1 tahun pelajaran. Kecuali wali kelasnya, tak seorang pun yang berupaya melakukan “pembelaan” siswa bermasalah ini.
Namun, persoalan ternyata melebar. Setelah usut sana usut ini, ada juga 3 penghuni kelas VIII lain yang diduga bermasalah, yakni Berdasarkan pengamatan para guru para siswa ini masih baik perilakunya, dengan siswa sebelumnya. Repotnya lagi, hampir semua guru menyuarakan “pencitraan” yang (nyaris) sama, “tidak naik”, “mbolosan”. Jadilah, rapat kenaikan kelas itu jadi ajang “pencitraan” dan “pembunuhan” karakter terhadap siswa tertentu yang dinilai telah bermasalah.
Maka, ketika acara inti sampai pada titik klimaks, keputusan penting dan krusial pun harus diambil. Secara kelembagaan, 3 siswa dari kelas 7 dan 1 siswa dari kelas 8 tersebut terpaksa harus tinggal di kelasnya. “Wibawa sekolah harus mulai dibangun. Kita harus bersikap tegas untuk memberikan efek jera kepada anak-anak yang sikap, perilaku, dan budi pekertinya kurang begitu baik”. Walhasil, lantaran mayoritas rekan sejawat telah benar-benar bulat untuk tidak menaikkan kedua siswa bermasalah tersebut,akhirnya keputusan alot diantara yg hadir dalam rapat tersebut, adalah tidak naik Kelas.
Ya, perkara naik atau tidak naik kelas, memang merupakan hal yang wajar terjadi dalam dunia persekolahan. Namun, disadari atau tidak, hal itu akan memberikan efek sosio-psikologis yang tidak sepele bagi anak.
Secara sosial, mereka telah tercitrakan sebagai anak berkemampuan rendah dengan tingkat intensitas kenakalan yang tinggi. Sedangkan, secara psikologis akan memberikan dampak “inferioraitas” dalam jiwa dan kepribadian anak.
Selain itu, mesti dihindari adanya upaya pencitraan dan pembunuhan karakter anak yang mengarah pada sentimen dan dendam pribadi dari seorang pendidik. Secara jujur mesti diakui, tak jarang rapat kenaikan kelas dijadikan sebagai ajang untuk “membunuh” potensi anak tertentu yang pernah bikin masalah dengan guru tertentu. Lantaran dinilai tidak patuh dan suka membangkang terhadap guru tertentu,mbolosan dan tidak aktif, anak yang bersangkutan telah dicitrakan secara negatif di depan guru-guru yang lain sehingga dengan sendirinya akan ikut menggiring guru-guru yang lain untuk ikut memvonis si anak sebagai anak yang bandel, susah diatur, dan keras kepala.
Akan tetapi, sebagaimana sebuah rapat, apa pun keputusan yang telah ditetapkan, “wajib” hukumnya untuk dipatuhi. akhirnya rapat yang sedikit tegang dan memanas itu selesai sebelum jam 12.00.
Wassalam,
Hasil pencarian menuju artikel ini:
BUKU PROFIL SISWA TINGGAL KELAS, rapat kenaikan kelas smp, rapat guru kenaikan kelas, rapat blogspot comment, pembunuhan kepribadian anak, malangkab dapodik org, kriteria kenaikan mts, kriteria kenaikan kelas smp, KRETERIA KENAIKAN KELAS MTS, keputusan hasil rapat kenaikan kelas, kenakalan ypru, karakteristik anak tinggal kelas, karakter anak kelas 1 mts, hasil rapat kenaikan kelas, effek anak tinggal kelas, dampak tidak naik kelas, dampak pdikologis siswa tinggal kelas, wali kelas mts/smp




