Archive for May, 2009

Oleh: A. Tafsir
dsc00009Dalam sebuah sekolah, madrasah, atau satuan kerja apa pun, manajemen yang baik diperlukan, terutama oleh pemimpin satuan kerja itu. Dalam hal madrasah, kepala madrasah adalah orang yang paling penting memiliki manajemen yang efektif. Karena itu pembahasan berikut ini ialah tentang manajemen kepala madrasah.
Salah satu tugas kepala madrasah ialah “menjual” madrasah agar sebanyak mungkin orang tua murid tamatan SD atau Ibtida`iyah memasukkan anaknya ke Tsanawiyah. Yang dimaksud dengan “menjual” ialah mempromosikan. Tidak hanya komoditi dagang yang perlu dipromosikan, program juga perlu dipromosikan. Kepala madrasah harus menjelaskan (dengan berbagai cara) kepada orang tua calon murid apa keunggulan madrasah termasuk Madrasah Tsanawiyah, dengan itu orang tua calon murid mengetahui apa untungnya mereka menyekolahkan anaknya di Madrasah Tsanawiyah. Anda perlu mempromosikan; Anda tidak boleh menganut filsafat emas: emas tidak perlu dipromosikan, emas adalah emas, di manapun tempatnya, apapun pembungkusnya orang pasti tahu bahwa itu adalah emas.
Dalam medesain manajemen madrasah (termasuk Madrasah Tsanawiyah), hal-hal berikut ini perlu sekali dipertimbangkan:

(1) hakikat madrasah,

(2) tujuan madrasah,

(3) program pendidikan madrasah,

(4) proses pendidikan di madrasah,

(5) evaluasi hasil pendidikan madrasah.

dsc00005

(1) Hakikat Madrasah
Kata madrasah menjadi kata yang lebih terkenal karena kata ini ada di dalam UU No.2/1989 tentang sisdiknas. Di situ dikatakan bahwa madrasah ialah sekolah umum berciri khas agama Islam. Sejak UU itu diberlakukan kita mengenal dua macam sekolah umum yaitu sekolah dan madrasah. Sekolah ialah sekolah umum yang terdiri atas SD, SMP, SMA/SMK sementara madrasah ialah sekolah umum yang terdiri atas MI, MTs, dan MA/MAK Tidak ada perbedaan antara sekolah dan madrasah baik pada tujuan maupun kurikulumnya; perbedaannya terletak pada system. Madrasah memakai system islami sedangkan sekolah memakai system -mungkin- pancasilais.
Oleh karena itu di dalam UU Nomor 20/2003 dikatakan bahwa Madrasah Ibtida`iyah itu sama dengan SD; Madrasah Tsanawiyah itu sama dengan SMP; Madrasah Aliyah itu sama dengan SMA; definisi madrasah seperti yang disebut dalam UU No.2/89 tidak ada dalam UU No.20/2003. Karena perbedaan hanya pada system maka kita dapat mengatakan bahwa MI itu sama dengan SDI; Mts itu sama dengan SMPI; MA itu sama dengan SMAI. MIN itu sama dengan SDIN; MtsN itu sama dengan SMPIN; MAN itu sama dengan SMAIN.
Kurikulum madrasah dan sekolah persis sama; termasuk jam pelajaran agama yaitu sama-sama dua jam. Dan jam agama ini jangan ditambah. Lantas mengapa disebut madrasah bila sama? Yang tidak sama ialah sistemnya seperti disebut di atas tadi. Di Madrasah itu semuanya harus islami, berpakaian islami, berkata-kata islami, peraturan-peraturan harus islami, pergaulan sehari-hari islami, pelaksanaan ibadah harus islami, teori-teori pengetahuan yang diajarkan harus pula islami. Pokoknya madrasah itu adalah sekolah islami.

(2) Tujuan Pendidikan Madrasah

dsc00006
Tujuan pendidikan di madrasah sama dengan di sekolah. Karena sistemnya islami maka murid-muridnya harus menjadi muslim yang sempurna. Bila disederhanakan maka tujuan pendidikan madrasah sama dengan tujuan sekolah tetapi dengan keimanan yang tahan banting. Masih sering orang mengatakan kalau anak sekolah nakal, hal itu biasa; tetapi anak madrasah tidak boleh nakal, karena system islami itu tidak mungkin memberi peluang muridnya nakal. Jadi, murid tamatan MA mutunya sama dengan murid tamatan SMA tetapi dengan keimanan yang tahan banting. Murid tamatan MTs sama dengan murid tamatan SMP tetapi dengan keimanan yang tahan banting.

(3) Program

dsc00007

Untuk mencapai tujuan itu, yaitu penguasaan pengetahuan dan keterampilan umum sama dengan sekolah plus keimanan yang tahan banting, perlu disediakan program (kurikulum dalam pengertian luas) yang sesuai. Kurikulum umum (pengetahuan umum dan keterampilan umum) sekurang-kurangnya sama dengan kurikulum sekolah, lebihnya ialah di madrasah harus ditambah dengan kurikulum untuk menanamkan keimanan sehingga tercapai tujuan berkeimanan yang tahan banting tadi.
Jam pelajaran agama cukup dua jam. Ya, sama dengan di sekolah. Bahasa Inggeris dan Matematika sebaiknya ditambah masing-masing 1 jam pelajaran lebih banyak dari pada yang ada di sekolah. Itu dengan cara menambah jam pelajaran dua jam setiap minggu, bukan dengan mengurangi jam mata pelajaran lain, dan bukan dengan mengurangi lamanya jam pelajaran. Penambahan 1 jam pelajaran itu dilakukan sementara madrasah masih terpaksa menerima murid yang mutunya kurang bagus.

(4) Proses

dsc00011
Proses pendidikan di madrasah sama saja dengan di sekolah. Perbedaannya ialah kegiatan penanaman iman di madrasah berlangsung sepanjang hari plus kerjasama dengan orang tua murid secara intensif.
Penanaman keimanan itu tidak dapat dilakukan melalui proses pengajaran kognitif; penanaman keimanan itu dilakukan melalui peneladanan, pembiasaan, pemotivasian, mungkin melalui penegakan hukum dan sebagainya. Kesemuanya teknik itu dirangkum dalam metode internalisasi. Metode internalisasi itu metode yang tepat untuk menanamkan iman yang kuat. Yang meneladankan, membaiasakan, memotivasi, dan lain-lain itu ialah kepala sekolah, semua guru, semua pegawai sekolah, tukang sapu, penjaga sepeda, juga ibu-ibu yang berjualan di kantin sekolah; di rumah peneladan itu dilakukan terutama oleh ayah dan ibu murid itu.
Mungkin ada orang yang belum tahu bahwa pendidikan keimanan dan ketakwaan itu sebenarnya adalah tugas Diknas, pengajaran agama dilakukan oleh Depag atas nama Diknas. Jadi, adalah wajib hukumnya seluruh aparat Diknas, terutama yang ada di sekolah itu untuk melaksanakan pendidkan keimanan dan ketakwaan.

(5) Evaluasi

dsc00010
Evaluasi hasil pendidikan di madrasah sama juga dengan yang di sekolah. Perbedaan mungkin terletak pada evaluasi hasil penanaman iman. Dalam garis besarnya evaluasi hasil pendidikan keimanan itu dilakukan dengan portofolio; penilaian dilakukan secara terus menerus (progressive assessment).
Bila madrasah dimanej seperti itu sudah dapat dipastikan akan banyak murid yang masuk madrasah. Pada tahun 1990 saya pernah meramal bahwa bila madrasah itu dimanej dengan baik maka SD, SMP, SMA itu nanti akan bubar, muridnya akan pindah ke madrasah, atau akan kekurangan muird sementara madrasah akan kebanjiran murid. Ramalan saya itu telah banyak buktinya; sudah banyak SDN yang kekurangan murid bahkan tidak dapat murid sama sekali sementara MI di dekatnya kebanjiran murid. Sudah semakin banyak MA yang menjadi pilihan pertama sebelum SMAN, jadi MAN sebagai pilihan pertama.

Mengapa madrasah lebih baik dari pada sekolah? Karena madrasah dapat menjamin muridnya tidak nakal. Bila prestasi di bidang pengetahuan umum sama dengan sekolah, apalagi lebih baik, sementara kenakalan lebih kecil kemungkinannya di madrasah, tentu saja orang tua murid akan memasukkan anaknya ke madrasah. Tidak ada orang tua murid yang ingin anaknya nakal. Jadi kuncinya ialah: mutu pendidikan umum sama dengan sekolah, lebihnya ialah ada jaminan tidak nakal. Bisakah? Harus, karena madrasah itu ialah sekolah islami; MI itu adalah SD Islami; Mts itu adalah SMP Islami, MA itu adalah SMA Islami. Harus bisa. Itulah cara menjual madrasah, itulah cara mempromosikan madrasah. Ya, itu memerlukan manager yang hebat. Siapa manager itu? Kepala sekolah.

Source: http://aatafsir.blogspot.com/2008/07/manajemen-pendidikan-menuju-madrasah.html

Hasil pencarian menuju artikel ini:

manajemen madrasah, pengertian madrasah tsanawiyah, pengertian manajemen pendidikan download, manajemen pendidikan, definisi manajemen pendidikan, manajemen madrasah aliyah, manajemen pendidikan di madrasah, tujuan pendidikan madrasah, pengertian manajemen pendidikan, pengertian kepala madrasah, manajemen pendidikan madrasah, MANAJEMEN KEPALA MADRASAH, MANAJEMEN PENDIDIKAN SEKOLAH / MADRASAH, perbedaan kurikulum pendidikan islam dengan kurikulum pendidikan umum, perbedaan antara kurikulum islam dan kurikulum umum, definisi madrasah, Perbedaan pendidikan sekolah umum dengan madrasah (MI MTS MA), manajemen pendidikan umum, Manajemen mts, pengertian madrasah, manajemen metode dan media pelajaran pai di mts dan ma, menejemen madrasah, proses manajemen pendidikan sekolah atau madrasah, hakikat madrasah, perbedaan antara kurikulum pendidikan islam dengan kurikulum pendidikan umum, definisi manajemen madrasah, PENGERTIAN MANAJEMEN MADRASAH, perbedaan kurikulum di madrasah aliyah tsanawiyah dan ibtidaiyah, perbedaan sekolah umum & aliah, metode pendidikan di madrasah, manajemen tujuan pendidikan madrasah, manajemen kurikulum pai di mts, pengertian madrasah menurut para pakar pendidikan islam, program madrasah menuju PTN, tujuan pendidikan umum, definisi madrasah tsanawiyah, makalah tentang perbedaan PAI disekolah dan madrasah, definisi sekolah umum, pendidikan populis, hakekat madrasah, artikel tentang manajemen pendidikan, tujuan manajemen pendidikan, pebedaan kepala sekolah dengan kepala madrasah, metode madrasah raudlatul ulum, arti man dalam manajemen pendidikan, pengertian madrasah MTs, Perbedaan kurikulum islam dengan kurikulum pendidikan umum, perbedaan kurikulum ibtidaiyah tsanawiyah dan aliyah, pengertian manajemen Madrasah ibtidaiyah, perbedaan kurikulum di madrasah ibtidaiyah tsanawiyah aliyah, pengertian pendidikan menurut UU No 2/89, pengertian madrsah tsanawiyah, Perbedaan khas sekolah menengah pertama dengan madrasa tsanawiyah, Perbedaan antara sekolah agama dan sekolah umum menurut para ahli, pengertian penjaminan mutu pendidikan menurut pakar, pengertian menejemen pendidikan, Pengertian populis, pengertian sekolah madrasah, pengertian manajemen tujuan madrasah, Pengertian sekolah menengah pertama menurut para ahli, pengertian manajemen pendidikan sekolah dan madrasah, pengetahuan manajemen kepala madrasah, perbedaan agama islam di mtsn dan smp, pengertian manajemen pendidikan sekolah, perbedaan antara madrasah dan sekolah, pengertian manajemen murid, pengertian umum mts, www manajemen tujuan pendidikan madrasah com, tujuan pendidikan agama islam dalam kurikulum MTS, tujuan manajemen pendidikan download, tujuan pendidikan madrasah aliyah, tujuan manajemen di mts dan ma, tujuan madrasah, program ramadhan MTs, program pendidikan madrasah tsanawiyah, Program Pendidikan di MTs, tujuan pendidikan agama islam MI tsanawiyah aliyah, tujuan pendidikan agama islam MTs, Tujuan pendidikan di madrasah, www manajemen madrasah com, TUJUAN UMUM MTS, tujuan umum kurikulum MTS, tujuan sekolah smp dan mts, tujuan pengajaran PAI di madrasah tsanawiyah dan madrasah aliyah, tujuan pendidikan tsanawiyah, tujuan pendidikan MTs, tujuan pendidikan mhammadiyah, program kepala sekolah mtsn, perbedaan sekolah madrasah dengan sekolah umum, perbedaan sdit dengan madrasah, Perbedaan kurikulum sekolah dan madrasah, perbedaan kurikulum pendidikan islam dengan kurikulum sekolah islam, perbedaan kurikulum PAI di SMP dan MTS, perbedaan kurikulum PAI di SMA dan MA, perbedaan kurikulum pai di sekolah umum dan madrasah, perbedaan kurikulum PAI di madrasah dan sekolah, Perbedaan kurikulum PAI di Madrasah dan disekolah, perbedaan kurikulum PAI antara SMP dan MTs, perbedaan Madrasah Aliyah Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Ibtidaiyah, PERBEDAAN MADRASAH DAN SEKOLAH

Ketertarikan saya untuk mencari informasi seberapa cepat terbang para malaikat ini berawal dari sebuah pelatihan di Madrasah Raudlatul Ulum Putri yang bekerjasama dengan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang untuk menyusun buku ajar integratif, disela-sela rehat para tutor dari UIN Malang itu memperkenalkan ilmu baru yang sebelumnya tidak pernah saya dengar, namanya Matematika Al-Quran, yang belakangan saya ketahui bahwa Matematika Al-Quran adalah hasil olahan dari KH Fahmi Basya, seorang dosen dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Salah satu yang menarikdan yang agak mudah saya fahami adalah ketika kita diajak untuk menghitung seberapa cepat para malaikat itu terbang, perhitungan-perhitungan ini tentunya berdasarkan atas ayat-ayat al-Quran dan kajian-kajian sains, yang saya sendiri banyak yang tidak faham dengan rumus-rumus yang dipergunakan.

Berawal dari sebuah ayat dalam Al-Quran, surat Al-Ma’arij ayat 4 :

Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya lima puluh ribu tahun. {1}
{1}Maksudnya: malaikat-malaikat dan Jibril jika menghadap Tuhan memakan waktu satu hari. Apabila dilakukan oleh manusia, memakan waktu lima puluh ribu tahun.

Berdasarkan metode penghitungan yang dilakukan DR. Mansour Hassab El Naby seperti dalam tulisannya bahwa untuk satu hari yang berkadar 1.000 tahun sama dengan kecepatan cahaya (299.792,4989 km/detik). Berdasar rumus-rumus dan cara yang sama untuk perbandingan sehari sama dengan 50.000 tahun dapat diperoleh hasil perhitungan sama dengan 50 kali kecepatan cahaya (14.989.624,9442 km/detik). Kesimpulannya adalah berdasarkan informasi dari Al Qur’an dapat dihitung kecepatan terbang malaikat dan Jibril yaitu 50 kali kecepatan cahaya! Subhanallah!

Sumber : klik disini

Sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Guru, Yayasan Pendidikan Raudlatul Ulum Ganjaran bekerja sama dengan Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang mengadakan Pelatihan untuk Guru MA Raudlatul Ulum putra dan putri. Pelatihan diarahkan untuk membentuk dan merukmuskan Kurikulum Integrasi di lingkungan YPRU dan dimulai dari beberapa Materi di MA.

Kurikulum Integrasi adalah perpaduan antara dualisme Ilmu : Ilmu Agama dan Ilmu Umum, yang selama ini di masyarakat masih dianggap terpisah dan berbeda. sebenarnya secara praktis, kurikulum integrasi ini telah dilaksanakan oleh YPRU terutama di tingkat MA. terbukti dengan adanya beberapa Materi Muatan Lokal yang berupa materi Ilmu Agama Salaf yang tetap dipertahankan di MA. Mulok itu berupa : Gramatika Arab (Nahwu), Morfologi Arab (Shorrof), Sastra Arab (Balaghah), Retorika Arab (Mantiq), Bimbingan Membaca Kitab (BMK), Fikih, Akhlak dan Tassawwuf dan Aqidah.

Namun secara teoritis, kurikulum integrasi yang dilaksanakan itu belum sepenuhnya tertulis dan tersistematis dalam rumusan yang baku dan disahkan bersama. untuk keperluan itu, YPRU bekerja sama dengan UIN malang untuk melatih Kepala Madrasah, Wakil Akademik, dan Guru beberapa materi untuk menyusun dan merumuskan Kurikulum dan Buku materi integrasi yang terdiri dari Eknomi, Sosiologi, Antropologi dan Al-Qur’an Hadits.

Pelatihan diadakan perdana hari ini, Ahad tanggal 03 Mei 2009 di Kantor Yayasan yang dihadiri oleh Konsultan dan Tutor dari UIN Malang antara lain : Dr. Fauzan Zenrif, M,Ag., Dr. Lutfi, M.Pd., Drs. Yahya, M.Ag., dan Fachruddin, SE. sementara peserta Pelatihan dari MA. RU. Putra antara lain : Abdurrahman, S.HI., Drs. Syamsul A’dlom, MA., Mudlofar, S.Ag., S.Pd., HM. Hasbullah Huda, M.Ag., Kholil, S.Ag. dan Drs. Amin Taufiq, S.Pd.

Pelatihan ini akan berlanjut dengan pendampingan dan penerbitan Buku Integrasi selama tiga bulan kedepan. Kita harapkan usaha mulia ini mengentarkan Guru MA menjadi Guru Propfesional dan menuju Raudlatul Ulum yang Jaya, dengan International Standrt Organisation (ISO) pada tahun 2013. Hasil yang akan dicapai adalah rumusan Kurikulum Integrasi di tingkat MA dan Buku Integrasi pertama di Indonesia.

Sumber ; maru-pa.com

Countdown
    No dates present
Sekilas Info
Recent Forum Posts
    Partner

    Kontak
    Kantor YP Raudlatul Ulum

    Jl. Raya No 02 Ganjaran Gondanglegi Malang Jatim 65174

    Telp : 0341 - 879846 - 878244 - 878089

    email : info@raudlatul-ulum.com

    YM! :